10 November merupakan peringatan hari
bersejarah, bangsa Indonesia tidak akan pernah lupa dengan tanggal ini.
Perjuangan titik darah penghabisan melawan penjajah. Semangat juang para pahlawan
untuk menegakkan ibu pertiwi. Kehidupan sejahtera, tentram, makmur dan tiada
paksaan dari pihak luar itulah cita-cita bangsa luhur kita.
Coba kita tengok kembali peristiwa 10 November ini. Wikipedia say “Pertempuran
Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak Tentara Indonesia dan pasukan Belanda. Peristiwa besar ini terjadi pada
tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Pertempuran ini adalah
perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah
Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia
terhadap kolonialisme”.
Dapat kita garis bawahi peristiwa 10 November ini merupakan pertempuran pertama
bangsa Indonesia melawan kolonial Belanda. Dahulu, apa kira-kira senjata yang dipakai oleh para
pahlawan pejuang kita? Iya, benar “bambu runcing”. Wah, berani amat yah, padahal musuh
memiliki senjata yang canggih anda tau Pistol, Meriam, Roket, Bom bahkan Wanita. Hemmmm, Sungguh luar biasa. Dan lebih
luar biasa lagi semangat juang para pahlawan-pahlawan kita ini, maka dari itu
ya patut sekali kita apresiasi – bikin tulisan tentang pahlawan misal. Hehe,
Sobat-sobat blogger pasti sudah tahulah
sejarah bangsa ini. Apalagi tentang sejarah kisah heroik arek-arek suroboyo 10 November 1945, wah pasti lebih paham dari
pada saya. Sobat juga sering nonton filmnya setiap tahun, membaca buku-buku
sejarahnya, dan sering pula membaca artikel-artikel tentang sejarah pertempuran
Surabaya 10 november. Iyo to?
Kalau iya berarti sobat memang masih
peduli dengan bangsa ini dan respect batinnya masih kuat, kenapa saya mengatakan
demikian. Karena Soekarno pernah berpesan ”Jas Merah” Jangan sekali-kali melupakan sejarah. Tuh,
kan. Jangan dilupakan sejarah itu apalagi kita lupakan tokoh-tokohnya. Wah
parah. Apabila berbicara tentang sejarah pasti tidak lepas dari peristiwa,
tokoh, dan waktu.
Kalau saya pribadi agak lamat-lamat (kabur)
sih tentang peristiwanya. Karena saya juga tidak lahir pada tahun
sekian. Hehe, maksudnya, saya tidak tahu persis peristiwanya. Misal, kalau di
tanya murid “Pak, 10 November itu memperingati hari apa sih, dan kenapa harus
diperingati?” ya pasti saya cuma bisa jawab “Oh, 10 November itu memperingati
hari pahlawan Nasional anak-anak, dan kenapa harus diperingati ya karena itu harinya
pahlawan”. Ya cuma segitu yang saya bisa jawab. Sambil alibi. Biar nggak
dibahas lagi. Hehe.
Kalau ditanya tentang tokoh-tokohnya,
aduh. Saya harus searching dulu ke internet. Buka mozilla firefox terus ketik “google.com”
masuk ke laman pencarian saya ketik “tokoh-tokoh pahlawan 10 November” tunggu-tunggu dan akhirnya muncul. Yang ada di
urutan teratas saya buka dan terus copy-paste ketemulah ini ”Berdasarkan
dengan Keputusan Presiden (keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2015 yang
ditandatangani, Jokowi menetapkan; Almarhum Benhard Wilhem Lapian, Almarhum Mas
Isman, Almarhum I Gusti Ngurah Made Agung, Almarhum Ki Bagus Hadikusumo,
Almarhum Komisaris Jenderal Dr. H Moehammad Jasin sebagai Pahlawan Nasional”.
Tanpa pikir panjang pokonya itu yang saya copy-paste. Pasti sobat juga
bertanya-tanya apa betul pahlawan 10 November itu? Aduh jangan salah sangka dulu. Saya juga nggak tahu
itu betul tokoh 10 November atau bukan. Tapi yang pasti yang bikin sedih banget
“Setidaknya 6.000 – 16.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200.000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya.
Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 – 2000 tentara.
Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah
menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan
mempertahankan kemerdekaan. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang
menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari
Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang”. Kalo ini saya dapat dari
Wikipedia. Bagi saya merekalah semua yang gugur di medan perang sebagai
pahlawan sejati.
Masih dalam perbincangan dengan murid
saya tadi. Tak lama setelah mendengar jawaban saya, murid bertanya lagi.
“Pak lalu apa sih yang harus kita lakukan
sebagai murid, agar bisa merealisasikan perjuangan para pahlawan itu, dan bapak
sudah melakukan apa?” Waduh, pertanyaanya kali ini benar-benar menekan saya
(dalam hati).
Dengan seakan-akan benar-benar memberikan
jawaban saya berkelakar :
“Kalian harus belajar yang rajin, berbakti kepada orang tua, menghormati
guru, menyayangi teman, rajin menabung dan tidak sombong, dan lebih-lebih
kalian mau berziarah ke makam-makam pahlawan”. Mereka mendengarnya
dengan seksama.
“Kalau ditanya bapak sudah melakukan apa,
ya bapak belum melakukan apa-apa”.
“Loh pak” salah satu murid nyeletuk.
“Kok bapak belum melakukan apa-apa kan
bapak sebagai guru, harusnya bapak juga harus sudah memberikan bukti yang nyata
dong buat negeri ini”. Wah, sanggahannya seperti anak yang sudah besar aja.
“Bapak memang belum melakukan apa-apa,
tapi bapak saat ini pada posisi bapak sekarang. Bapak akan berjuang. Pertama,
Hafalan 3 Juz al-Qur’an. karena itu menjadi salah satu syarat sidang bapak.
Kedua, Beresin skripsi. Kan bapak disini cuma praktek ngajar belum jadi
guru tetap. Dan bapak juga belum lulus kuliah, ketiga, Segera wisuda. Nah,
kalo ini harus. Bapak harus benar-benar berjuang karena orang tua sudah
dorong-dorong bapak agar segera lulus. Ya begitulah anak-anak”.
“oh begitu, siap pak”.
Tidak perlu terus bernostalgia mendengar
cerita sejarah perjuangan para pahlawan-pahlawan kita. Yang harus kita lakukan
kini melakukan realisasi nyata buat Indonesia. Indonesia sudah amat sekarat dan
benar-benar butuh pertolongan sobat-sobat. Ya, saya juga akan berjuang dengan jalan
saya menyongsong 10 November. Dan sobat silahkan berjuang dengan jalan sobat sendiri. Saya yakin kita
bisa jadi pahlawan-pahlawan sejati. Minimal pahlawan buat sang mantan. []

Belum ada tanggapan untuk "Perjuanganku dalam Menyongsong 10 November"
Post a Comment