Betapa pahit dan getirnya perjalanan
hidup yang kita lalui sobat, bagi kalian yang merasakan sama dengan apa
yang saya rasa, tenanglah. Di suatu waktu kita akan bertemu dengan manis dan
sedapnya hidup itu. Sebab, memang pada dasarnya Tuhan menjadikan alam ini penuh
dengan rahmat dan kasih sayang. Cuma tergantung pada kita yang
memandangnya. Ada orang yang memandangnya dengan penuh sinis, sehingga ia hidup
selalu dalam pesimis, tetapi ada juga orang yang memandangnya dengan penuh
gairah, efeknya semuanya tampak lebih indah sehingga hidupnya penuh optimis.
Apakah kita mau terus hidup pahit dan terus
merasa terpuruk, tidak kan. Kita harus bangkit, lupakan masa lalu, kita harus
jalani masa sekarang dengan penuh harap kepada Tuhan. Jangan berharap selain
kepada Tuhan. Jika itu kita lakukan, ke sia-siaan pasti yang ditimbulkan.
Mungkin saat ini kita begitu pesimis menatap masa depan. Dengan kondisi kita
sekarang, kita selalu tidak percaya diri untuk menunjukkan kebisaan dan
kepintaran kita. Jangan, itu jangan terus kita lakukan. Kita harus yakin bahwa
kita sanggup menatap masa depan begitu indah dan penuh rahmat dan kasih sayang
Tuhan.
Menurut Al-Ghazaly, ada empat faktor yang
membuat orang merasa harap terhadap masa depanya, yaitu:
1) Ingat dengan kemurahan Tuhan terhadap dirinya pada masa-masa yang
telah dilaluinya.
2)
Ingat dengan janji Tuhan yang akan mengganjarkanya dengan ganjaran
yang lebih besar daripada perbuatan baiknya.
3) Ingat dengan nikmat Tuhan yang amat banyak, yang telah
dilimpahkan-Nya kepada segenap makhluk, tanpa dimintanya.
4) Ingat dengan belas kasihan Tuhan terhadap hamba-hambaNya yang taat
kepada-Nya.
Pandanglah dunia ini dengan kaca mata optimisme, semuanya indah,
semuanya baik, karena ia datang dari yang Maha Indah dan Maha Baik. Kesempitan
yang kita rasakan itu hanyalah datang dari perasaan pesimis saja, lantaran kita
tak bersyukur kepada Tuhan. Ingat diri kita dan alam sekitar kita penuh dengan
rahmah dan magfirah Tuhan.
Jadi hidup ini tidaklah akan terasa sempit dan
susah, jika hati yang menghadapinya terang dan damai. Tersimpanlah didalamnya
pelita Iman, Sabar, Syukur dan Tawakal.[]
Terima kasih telah membaca goresan Berharaplah Selagi Kita Bisa Berharap semoga bermanfaat. dan salam literasi.

Pesan Imam Ghozali emang selalu ngena.. keren
ReplyDeleteiya bang, apalagi perjuangan beliau. masyAllah. luar biasa.
ReplyDelete